"Ibu.. Justru kelihatan cantik setelah bercinta". Ia hanya tertawa mendengar gurauanku.
"Memang setelah bercinta denganmu tadi, seluruh pori-poriku seperti terbuka. Aku sedikit capai tapi merasa segar", jawabnya dengan berbinar-binar.
"Memang setelah bercinta denganmu tadi, seluruh pori-poriku seperti terbuka. Aku sedikit capai tapi merasa segar", jawabnya dengan berbinar-binar.
"Kamu tadi luar biasa, Rud." katanya memujiku.
"Meskipun masih muda, kamu bisa bercinta dengan sabar. Aku sampai mendapat orgasme tiga kali". Ia tersenyum. Matanya berbinar-binar.
"Ah, itu juga karena Ibu. Gerakan Ibu yang sabar dan lembut membuat saya juga terpengaruh."
"Meskipun masih muda, kamu bisa bercinta dengan sabar. Aku sampai mendapat orgasme tiga kali". Ia tersenyum. Matanya berbinar-binar.
"Ah, itu juga karena Ibu. Gerakan Ibu yang sabar dan lembut membuat saya juga terpengaruh."
Ia kemudian berkata, "Menginap di sini saja, Rud. Ini sudah malam. Besok pagi-pagi sekali kamu bisa pulang." Setelah berpikir sejenak aku mengiyakan sarannya.
"Kalau begitu masukkan saja motormu di garasi" katanya sambil memberikan kunci garasi.
"Kalau begitu masukkan saja motormu di garasi" katanya sambil memberikan kunci garasi.
"Uhh.. Ahh sebentar lagi.. Sebentar lagi hampir..!", kataku terbata-bata.
"Uhh.. Uhh.. Aku juga, Rud. Jangan kau cabut penismu. Kita sama-sama.. Ahh.. Ahh"
"Uhh.. Uhh.. Aku juga, Rud. Jangan kau cabut penismu. Kita sama-sama.. Ahh.. Ahh"
"Kau tidak ingin mengulang kenikmatan semalam, Rud?" Aku tersenyum memahami yang ia maksudkan.
"Sebentar, Bu..", jawabku sambil menuju ke kamar mandi, karena ingin kencing.
"Sebentar, Bu..", jawabku sambil menuju ke kamar mandi, karena ingin kencing.

0 Response to "Dosenku Seksi Sekali "
Posting Komentar